Acara tersebut turut dihadiri 25 alumni dan 25 mitra industri, termasuk The Japan Foundation, PT PERSOL Recruitment Indonesia, Hotel Kuretakeso, RGF HR Agent Indonesia, dan PT Awina. Kehadiran mereka membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengenal kebutuhan industri serta peluang karier yang berkaitan dengan kemampuan bahasa dan pemahaman budaya Jepang.
Kepala program Japanese Popular Culture, Dr. Rudi Hartono Manurung, mengatakan pembelajaran juga diarahkan pada pengembangan komunikasi profesional melalui mata kuliah komunikasi bisnis dan korespondensi bisnis Jepang dalam konteks industri global.
"Penguatan hubungan dengan alumni dan mitra industri diharapkan dapat memperluas kesempatan mahasiswa mengembangkan kompetensi dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja internasional", tegas Rudi.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
