JAKARTA, iNewsTangsel.id - Kolaborasi antara pelaku industri, penyedia fasilitas olahraga, dan komunitas menjadi salah satu upaya mendorong perkembangan olahraga dan kebugaran di Indonesia. Keterlibatan berbagai pihak tersebut akan terlihat dalam Indonesia Sports Facility Expo (ISFEX) 2026 yang menghadirkan pameran, kompetisi, dan aktivitas interaktif bagi masyarakat. Pameran akan diselenggarakan pada 5-8 November 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang.
Pameran ini mempertemukan pelaku industri olahraga dengan komunitas dan pengunjung untuk mengenalkan perkembangan produk, fasilitas, serta tren aktivitas fisik yang semakin beragam. Sejumlah perusahaan ikut berpartisipasi menghadirkan simulasi hybrid training yang menggabungkan latihan kekuatan dan daya tahan tubuh.
Direktur PT Gym Pod Indonesia, Lucius Andi Putra Asikin mengatakan, simulasi tersebut bertujuan memperkenalkan konsep latihan hibrida kepada masyarakat sekaligus membuka kesempatan bagi pengunjung untuk mencoba aktivitas olahraga secara langsung.
"Pertemuan antara pelaku industri kebugaran dan komunitas dapat memperluas pemahaman masyarakat terhadap variasi olahraga yang berkembang saat ini," katanya, saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Ia menjelaskan, tren latihan hibrida menjadi salah satu pendekatan dalam kebugaran yang mengombinasikan beberapa jenis latihan dalam satu rangkaian. Aktivitas ini mengandalkan perpaduan kekuatan otot dan daya tahan fisik sehingga peserta perlu menyesuaikan latihan dengan kemampuan masing-masing.
"Selain latihan hibrida, rangkaian kegiatan pameran ini direncanakan mencakup sejumlah cabang olahraga, seperti tenis, padel, pickleball, bola basket 3x3, dan bulu tangkis," ujarnya.
Menururnya, keberagaman aktivitas tersebut memperlihatkan upaya menghadirkan olahraga dalam format yang lebih partisipatif. Masyarakat tidak hanya menjadi penonton atau pengunjung pameran, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengenal berbagai jenis olahraga melalui kompetisi, demonstrasi, dan kegiatan komunitas.
"Perkembangan industri olahraga tidak hanya berkaitan dengan aktivitas atlet dan kompetisi, tetapi juga melibatkan ketersediaan fasilitas, teknologi, produk pendukung, serta partisipasi masyarakat," imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Utama Sport Teknologi Indonesia, Sentosa Sondang Oktovius, menilai pertemuan antara pelaku industri dan komunitas dapat menjadi sarana untuk memperluas hubungan sekaligus mengenalkan perkembangan fasilitas olahraga kepada masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Unique Kreative Indonesia, Sally Adriani, melihat kegiatan yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dapat membuka peluang kerja sama dan memperluas jaringan bisnis di sektor olahraga.
"Partisipasi perusahaan dari beragam bidang tersebut menunjukkan ekosistem olahraga melibatkan banyak sektor yang saling berkaitan. Selain penyedia fasilitas dan perlengkapan, pengelola tempat kebugaran serta penyelenggara aktivitas olahraga juga memiliki peran dalam memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan fisik," ungkapnya.
Direktur PT Imun Sport Group, Nabil Thalib mengatakan, interaksi langsung dengan pengunjung menjadi kesempatan untuk memahami kebutuhan masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap kesehatan dan gaya hidup aktif.
"Ajang ini menjadi momentum penting untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat yang makin peduli pada gaya hidup sehat," ucapnya.
Ia menerangkan, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam pengembangan ekosistem olahraga. Semakin beragam pilihan aktivitas dan semakin terbuka akses terhadap fasilitas, semakin banyak pula peluang bagi masyarakat untuk menemukan jenis olahraga yang sesuai dengan minat dan kemampuannya.
"Kolaborasi antara pelaku industri, komunitas, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat partisipasi olahraga sekaligus membuka peluang pengembangan industri olahraga dan kebugaran di Indonesia," tutupnya.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
