JAKARTA, iNewsTangsel.id - Industri asuransi syariah Indonesia terus menunjukkan potensi pertumbuhan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan keuangan berbasis syariah. Hingga Juni 2026, total aset industri ini mencapai Rp50,90 triliun atau tumbuh 7,09 persen secara tahunan.
Peluang tersebut juga terlihat dari penerimaan kontribusi industri asuransi syariah yang mencapai Rp11,72 triliun pada semester I 2026. Namun, perluasan akses dan pemahaman masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah, mengingat indeks inklusi keuangan syariah baru mencapai 13,24 persen berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026.
Di tengah peluang tersebut, Sunlife resmi memperkuat bisnis asuransi syariah di Indonesia melalui pemisahan unit usaha syariah (spin-off) menjadi entitas mandiri. Peresmian operasional perusahaan dilakukan dalam ajang HijrahFest LinkUp 2026 di Jakarta, Minggu (1/11/2026).
Langkah pemisahan ini diharapkan membuat pengembangan bisnis perlindungan syariah lebih terfokus sekaligus memperkuat kontribusi terhadap industri asuransi nasional.
Presiden Direktur Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo mengatakan, spin-off tersebut memberikan ruang bagi perusahaan untuk mengembangkan solusi perlindungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Spin-off Sunlife Syariah memungkinkan kami lebih berfokus pada pengembangan solusi perlindungan asuransi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan industri asuransi syariah di Indonesia," kata Albertus, Minggu (1/11/2026).
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
