"BM 21 merupakan produk yang proudly made in Indonesia. Ini menjadi bukti komitmen Beurer untuk terus mengembangkan kemampuan produksi di Indonesia," kata Akhmad.
Keterlibatan sumber daya manusia lokal mencakup berbagai tingkatan, mulai dari operator produksi hingga jajaran manajemen.
Dengan kapasitas produksi lebih dari satu juta unit per tahun, Indonesia dipandang memiliki potensi sebagai pusat pengembangan manufaktur Beurer. Perusahaan juga membidik berbagai segmen pasar, mulai dari rumah tangga, fasilitas kesehatan, apotek, toko alat kesehatan, hingga sektor swasta dan institusi pemerintah.
Dari sisi produk, BM 21 dirancang dengan pengoperasian satu tombol, layar yang mudah dibaca, serta pilihan sumber daya baterai dan USB Type-C. Perangkat ini juga dilengkapi indikator deteksi aritmia dan zona warna untuk membantu pengguna memahami hasil pengukuran tekanan darah.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
