Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Meki Mote Masih Terbuka Koalisi dengan Partai Lain di Pilkada Deiyai
Advertisement . Scroll to see content

Penggusuran Suharso Monoarfa Terkesan Hostile Take Over

Rabu, 07 September 2022 | 20:21 WIB
  • author Vitrianda Hilba Siregar
Penggusuran Suharso Monoarfa Terkesan Hostile Take Over
Suharso Monoarfa.Foto: Dok

JAKARTA, iNewsTangsel.id- Praktisi hukum Pitra Romadoni Nasution, S.H., M.H menilai, Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang menghasilkan pemecatan terhadap Suharso Monoarfa sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) patut dipertanyakan.

Apalagi jika para peserta Mukernas itu tidak dihadiri ketua, sekretaris dan bendahara sebagaimana layaknya organisasi.

"Kalau dari pandangan hukum, mengenai organisasi politik harus sesuai AD ART - nya. Kalau bertentangan dengan AD ART - nya, nggak sah hasil keputusannya," ujar Pitra Romadoni Nasution, S.H., M.H menanggapi konflik internal PPP di Jakarta, Rabu (7/9/2022).

Pitra menegaskan, semua persoalan yang terjadi pada semua organisasi termsuk parpol  harus mengacu pada AD /ART.

Jika ada yang bertentangan dengan AD/ ART maka hasil keputusannya ilegal alias tidak sah secara hukum.

Begitupun yang terjadi di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang menggusur Suharso Monoarfa sebagai ketua umum.

 "Aktor intelektualnya harus diusut.Apabila bukan pemegang mandat PPP sesuai AD ART, itu merupakan pembegalan terhadap ketua yang sah" tegasnya.

Editor: Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut