Anak 10 Tahun di Tegal Hadapi Risiko Diabetes dan Diare, Cerminan Krisis Kesehatan RI
Pemerintah sebenarnya telah menggulirkan berbagai program seperti Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) hingga kampanye pencegahan penyakit menular. Namun, implementasi di lapangan dinilai belum sepenuhnya efektif mendorong perubahan perilaku.
Menurut Widyaretna Buenastuti, tantangan terbesar bukan pada kurangnya program, melainkan bagaimana memastikan masyarakat benar-benar mengubah kebiasaan sehari-hari. “Kesadaran saja tidak cukup. Dampak nyata baru terlihat jika ada perubahan perilaku yang konsisten,” katanya.
Ia menekankan perlunya pendekatan lebih komprehensif, mulai dari segmentasi intervensi kesehatan, penguatan jembatan antara edukasi dan aksi nyata, hingga konsistensi pesan kesehatan di berbagai platform.
Kisah Bunga pun menjadi pengingat bahwa persoalan kesehatan di Indonesia tidak hanya soal penyakit menular atau tidak menular semata, melainkan kombinasi keduanya yang saling memperparah.
Tanpa intervensi yang tepat dan berkelanjutan, kondisi serupa berpotensi terus berulang—dan berdampak pada kualitas generasi mendatang.
Editor : Hasiholan Siahaan