Penataan Permukiman Nelayan di Tangerang Jadi Inspirasi Global
TANGERANG, iNewsTangsel.id -Kabupaten Tangerang mencatat capaian membanggakan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir. Keberhasilan penataan kawasan permukiman nelayan di Kecamatan Mauk kini menarik perhatian internasional dan menjadi bahan pembelajaran bagi sejumlah negara.
Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang Erwin Mawandy menjelaskan, perwakilan dari Amerika Serikat, Kanada, Australia, serta dua negara di kawasan Afrika mengunjungi kawasan tersebut untuk melihat langsung perubahan lingkungan yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan kumuh menjadi permukiman yang lebih tertata, sehat, dan layak huni.
"Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya berbagi pengalaman mengenai pembangunan berbasis kolaborasi yang melibatkan masyarakat sebagai aktor utama perubahan," katanya, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, program yang dijalankan melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Habitat for Humanity Indonesia dinilai berhasil. Karena bisa menghadirkan dampak nyata bagi kehidupan warga pesisir.
"Keberhasilan tersebut lahir dari sinergi berbagai pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah daerah, lembaga sosial, hingga sektor pendukung lainnya" ujarnya
Diungkapkan, keterlibatan aktif warga menjadi faktor penting dalam proses transformasi kawasan. Tidak hanya memperbaiki kondisi fisik lingkungan, program tersebut juga mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, dan keberlanjutan lingkungan tempat tinggal.
"Perubahan yang terjadi di Mauk menunjukkan penanganan kawasan kumuh tidak hanya soal pembangunan infrastruktur, tapi juga tentang membangun rasa memiliki dan semangat gotong royong di tengah masyarakat," terangnya.
Keberhasilan ini juga, lanjutnya, membuka peluang bagi pengembangan program serupa di kawasan pesisir lainnya di Kabupaten Tangerang, seperti Cituis, Karang Serang, Kronjo, dan Kemiri. Sehingga pihaknya bersama mitra pembangunan melakukan kajian untuk menentukan wilayah yang paling siap menerima program tersebut.
Kunjungan dari berbagai negara menjadi pengakuan, jika model pembangunan berbasis kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat yang diterapkan di Kabupaten Tangerang memiliki nilai yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain," imbuhnya.
Salah satu warga, Novianto mengaku, perubahan lingkungan yang dirasakan saat ini bukan hanya meningkatkan kualitas tempat tinggal, tapi juga menghadirkan kebanggaan karena kampungnya sudah menjadi contoh bagi dunia.
"Melihat potensi yang ada saat ini, saya optimistis penataan Tanjung Anom tidak hanya berhenti pada perbaikan infrastruktur tempat tinggal, tapi juga akan didorong menjadi roda penggerak ekonomi baru bagi warga lokal," pungkasnya.
Editor : Elva Setyaningrum