APDESI Merah Putih: 75 Ribu Desa Siap Jadi Lokomotif Ekonomi Indonesia
SERANG, iNewsTangsel.id - Narasi besar pembangunan nasional mulai bergeser dari kota ke desa, bukan sekadar sebagai wacana, tetapi sebagai kebutuhan mendesak untuk mengatasi ketimpangan ekonomi. Dalam Rapat Kerja Nasional APDESI Merah Putih 2026, desa diposisikan sebagai titik awal pertumbuhan yang lebih inklusif.
Dengan jumlah lebih dari 75 ribu desa di seluruh Indonesia, pemerintah dan pemangku kepentingan melihat desa sebagai fondasi baru yang mampu memperkuat struktur ekonomi nasional sekaligus menjaga ketahanan pangan.
Perubahan arah ini tidak lagi menempatkan desa sebagai penerima program, melainkan sebagai pelaku utama ekonomi. Di sisi lain, tantangan implementasi menjadi fokus utama dalam diskusi Rakernas.
Melalui pendekatan digitalisasi dan penguatan koperasi, desa didorong masuk ke dalam rantai ekonomi modern—tidak hanya sebagai produsen, tetapi juga sebagai bagian dari sistem distribusi dan pemasaran yang lebih luas.
Ketua Umum APDESI Merah Putih, Anwar Sadat, menilai selama ini desa terlalu lama ditempatkan sebagai objek kebijakan. Padahal, kata dia, desa memiliki seluruh prasyarat untuk menjadi motor ekonomi. “Ini bukan lagi soal potensi, tapi soal keberanian mengeksekusi. Desa harus menjadi pusat produksi dan distribusi. Kalau tidak dimulai sekarang, ketimpangan akan terus melebar,” tegasnya, Kamis (11/6/2026).
Editor : Hasiholan Siahaan