get app
inews
Aa Text
Read Next : ‎KDRT Meningkat, Tokoh Agama Diajak Perkuat Edukasi Keluarga ‎

Tekanan Kerja dan Kurang Tidur Picu Gangguan Kesehatan Mental Generasi Muda

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:08 WIB
header img
Di tengah tekanan kehidupan urban, menjaga kesehatan fisik dan mental kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. [Foto: istimewa]

Perbandingan biaya menjadi salah satu alasan kuat pentingnya deteksi dini. MCU yang relatif terjangkau dinilai jauh lebih efisien dibandingkan biaya penanganan penyakit berat seperti serangan jantung yang bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Lebih jauh, dr. Arief menyoroti bahwa setiap sektor pekerjaan memiliki risiko kesehatan berbeda, mulai dari paparan zat kimia di industri hingga gaya hidup sedentari pada pekerja kantoran. Karena itu, program kesehatan perlu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan masing-masing individu.

Selain faktor fisik, aspek kesehatan mental juga menjadi perhatian. Tingginya tingkat konsumsi kopi dan kurangnya waktu istirahat menjadi indikator meningkatnya stres di kalangan pekerja. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat berkembang menjadi burnout yang berdampak pada kinerja dan kualitas hidup.

Direktur Klinik Pertamina IHC, Devi Desianti Pritasari, menegaskan bahwa kesadaran terhadap kesehatan preventif masih perlu ditingkatkan. Menurutnya, banyak penyakit berkembang tanpa gejala jelas sehingga sering terlambat ditangani.

“Kami mendorong masyarakat untuk tidak menunggu sakit. Deteksi dini melalui MCU membantu mengetahui kondisi kesehatan sekaligus mencegah risiko yang lebih besar di masa depan,” ujarnya.

Editor : Hasiholan Siahaan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut