Lonjakan Urbanisasi, Tangerang Hadapi Ancaman Krisis Lahan Hunian
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Kelangkaan lahan di kawasan perkotaan Jabodetabek semakin terasa dalam beberapa tahun terakhir, seiring pesatnya pembangunan dan terbatasnya ruang pengembangan baru. Kondisi ini berdampak langsung pada meningkatnya harga tanah serta semakin terbatasnya pilihan hunian bagi masyarakat.
Di tengah situasi tersebut, masyarakat urban menghadapi tantangan dalam mencari tempat tinggal yang sesuai dengan kebutuhan. Faktor lokasi strategis, akses transportasi, serta ketersediaan fasilitas menjadi pertimbangan utama, namun kerap berbenturan dengan keterbatasan pasokan dan kenaikan harga properti.
Tekanan ini paling dirasakan oleh keluarga muda yang menjadi segmen terbesar pencari hunian saat ini. Mereka cenderung membutuhkan rumah dengan harga terjangkau, namun tetap berada di kawasan dengan infrastruktur memadai dan lingkungan yang mendukung aktivitas sehari-hari.
Di sisi lain, keterbatasan lahan juga mendorong perubahan pola pengembangan hunian, dari rumah tapak ke hunian vertikal atau kawasan terpadu. Namun, pergeseran ini belum sepenuhnya menjawab kebutuhan seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok dengan daya beli menengah.
Pemerintah dinilai perlu memperkuat kebijakan tata ruang dan penyediaan hunian terjangkau untuk menjaga keseimbangan pasar. Tanpa intervensi yang tepat, kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan hunian dikhawatirkan akan semakin melebar di kawasan perkotaan.
Editor : Hasiholan Siahaan