Dunia usaha menilai langkah ini relevan, namun menuntut konsistensi implementasi. Wakil Ketua Bidang Hubungan Internasional APINDO, Didit Ratam, menekankan kesesuaian kompetensi menjadi faktor kunci produktivitas. “Kesesuaian keterampilan dengan kebutuhan industri akan memperpendek learning gap tenaga kerja. Tanpa itu, investasi pada SDM berisiko tidak optimal,” ujarnya.
Meski digadang menjadi fondasi penguatan ekosistem vokasi berbasis kompetensi, efektivitas program akan ditentukan oleh integrasi hasil asesmen ke dalam kebijakan kurikulum, sistem magang, dan rekrutmen industri. Tanpa tindak lanjut struktural, asesmen berpotensi berhenti sebagai pemetaan tanpa perubahan nyata.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
