JAKARTA, iNewsTangsel.id - Arus mudik menuju berbagai kota di Pulau Jawa mulai meningkat jelang Idulfitri 1447 H. Sejumlah daerah tujuan seperti Surabaya, Yogyakarta, hingga Wonogiri menjadi titik konsentrasi pergerakan pemudik dari wilayah Jabodetabek, memicu kepadatan di jalur darat maupun angkutan massal.
Tingginya mobilitas tersebut tidak hanya berdampak pada kepadatan lalu lintas, tetapi juga meningkatkan potensi risiko kecelakaan perjalanan. Kondisi ini menempatkan aspek keselamatan sebagai isu krusial, terutama bagi pemudik yang menempuh perjalanan jarak jauh dengan durasi panjang.
Di tengah situasi itu, pentingnya perlindungan asuransi kecelakaan kembali mengemuka. Skema perlindungan dinilai dapat menjadi instrumen mitigasi risiko bagi pemudik, guna mengurangi dampak finansial jika terjadi insiden selama perjalanan.
Direktur BRI Life, Sutadi, mengatakan lonjakan perjalanan mudik perlu diimbangi dengan kesiapan perlindungan. “Asuransi kecelakaan diri memiliki peran penting, terutama di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode mudik,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Dalam program Mudik Gratis BUMN 2026, BRI Life bersama Bank Rakyat Indonesia memberikan perlindungan kecelakaan bagi peserta dan awak bus. Perlindungan tersebut mencakup santunan meninggal dunia akibat kecelakaan, cacat tetap, serta cedera yang berdampak pada fungsi tubuh selama masa perjalanan.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
