Ketua Taiwan Leisure Farm Development Association, dalam kesempatan terpisah, menambahkan bahwa konsep farm stay menjadi keunggulan karena memberikan nilai tambah yang tidak dimiliki wisata konvensional.
“Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat, tetapi ikut merasakan kehidupan di perkebunan, dari memetik buah hingga mengolah produk lokal. Ini adalah bentuk wisata berkelanjutan yang kami dorong,” jelasnya.
Pameran ini menghadirkan lebih dari 30 paket wisata yang dikembangkan bersama tujuh pengelola perkebunan Taiwan, maskapai penerbangan, dan agen perjalanan Indonesia. Pengunjung juga dapat mencoba langsung berbagai aktivitas khas, seperti kerajinan tangan berbasis bahan alami hingga mencicipi produk teh dan hasil perkebunan.
Selain itu, Taiwan juga mulai menyesuaikan layanan dengan kebutuhan wisatawan Muslim, termasuk penyediaan makanan halal dan fasilitas ramah Muslim di sejumlah lokasi agrowisata.
Melalui pendekatan berbasis pengalaman ini, Taiwan berharap dapat memperluas jangkauan pasar di Indonesia sekaligus memperkuat citra sebagai destinasi wisata alternatif di Asia yang menawarkan ketenangan, keberlanjutan, dan kedekatan dengan alam.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
