SERANG, iNewsTangsel.id - Peluncuran JAM Coin di Serang, Banten, Jumat (12/6/2026) menghadirkan pendekatan berbeda dalam industri aset digital dengan menekankan integrasi langsung ke sektor ekonomi riil, khususnya di tingkat desa. CEO JAM, Andre Arthur, mengatakan JAM Coin dirancang bukan sekadar sebagai instrumen investasi, melainkan utility token yang memiliki fungsi nyata dalam ekosistem bisnis yang tengah dibangun. “JAM Coin tidak hanya untuk diperdagangkan, tetapi digunakan langsung dalam berbagai layanan premium di ekosistem kami. Jadi ada nilai guna yang bisa dirasakan pengguna,” ujar Andre.
Menurut dia, kekuatan utama JAM Coin terletak pada integrasi lintas unit usaha yang menopang ekosistem, sehingga menciptakan aktivitas ekonomi berkelanjutan yang berdampak langsung pada masyarakat.
Dari sisi industri, dukungan datang dari pelaku perdagangan aset digital. Head of Business Development Mobee Exchange, Hery Hermawan, menilai pertumbuhan investor kripto di Indonesia membuka peluang bagi token dengan utilitas nyata.
“Jumlah investor kripto sudah sekitar 21 juta orang, bahkan melampaui pasar saham. Ini menunjukkan pasar siap untuk aset digital yang punya kegunaan langsung, bukan sekadar spekulasi,” kata Hery.
Senada, Vice President GudangKripto, Alexander Pattiasina, menekankan pentingnya fundamental dalam pengembangan aset digital. “Investor tidak hanya melihat potensi keuntungan, tetapi juga fondasi bisnis. JAM Coin menarik karena dibangun di atas ekosistem usaha yang jelas dan terukur,” ujarnya.
Sementara itu, penggagas JAM Coin, Johan Aripin Muba, menyoroti fokus pengembangan ke sektor ekonomi desa melalui program JAM Center Indonesia.
Program ini menghubungkan teknologi blockchain dengan koperasi desa, khususnya di sektor peternakan dan ketahanan pangan. “Kami ingin JAM Coin tumbuh bersama aktivitas ekonomi masyarakat. Semakin produktif ekosistemnya, semakin besar nilai yang tercipta,” kata Johan.
Ia menambahkan, program tersebut mencakup penyediaan sarana peternakan, penguatan distribusi hasil produksi, hingga peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat desa.
Dengan pendekatan ini, JAM Coin mencoba mengubah arah pemanfaatan aset digital di Indonesia—dari sekadar instrumen investasi menjadi alat penggerak ekonomi produktif yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
