Royalti Rp600 Juta Tertahan, Ecko Show dan Musisi Timur Adukan IDETIMUR ke Kementerian HAM

Thomas Manggala
Persoalan pembayaran royalti kembali mencuat setelah sejumlah musisi asal Indonesia Timur mengadukan dugaan tertahannya pendapatan digital karya musik mereka. Foto Thomas

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Persoalan pembayaran royalti kembali mencuat setelah sejumlah musisi asal Indonesia Timur mengadukan dugaan tertahannya pendapatan digital karya musik mereka. Ecko Show, Silet Open Up, dan Faris Adam membawa persoalan tersebut ke Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) setelah mengaku belum menerima pembayaran royalti selama dua bulan.

Ketiganya sebelumnya menitipkan distribusi karya musik melalui PT Ekspresi Inovasi Terpadu atau IDETIMUR. Namun, setelah berpindah ke agregator baru, pendapatan dari karya yang telah didistribusikan disebut belum dibayarkan.

Ecko Show mengatakan royalti yang belum diterima berkaitan dengan pendapatan periode Mei dan Juni 2026. Berdasarkan data yang mereka miliki, nilai pendapatan digital yang masih tertahan diperkirakan mencapai sekitar Rp600 juta.

“Revenue yang dua bulan belakangan itu sejak kita berpindah dari IDETIMUR ke aggregator baru itu, revenue selama dua bulan itu belum dibayarkan,” kata Ecko Show di Kantor Kementerian HAM, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2026).

Selain menuntut pembayaran, para musisi tersebut meminta adanya kejelasan mengenai pendapatan yang masuk, sistem pembagian hasil, potongan, hingga mekanisme pencairan royalti.

Editor : Hasiholan Siahaan

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network