"Jadi kami mendapatkan informasi secara akurat jumlah by name, by address masyarakat atau anak-anak yang dalam kondisi stunting. Dan kita sebarkan data itu ke kewilayahan, khususnya ke kecamatan untuk diberikan langkah-langkah strategis, tindak lanjut supaya permasalahan stunting itu bisa teratasi," ujar Pilar.
Pilar menjelaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa disamaratakan. Faktor kesehatan, gizi, lingkungan, sosial, hingga ekonomi harus dilihat secara menyeluruh.
Ia mencontohkan, masalah lingkungan dapat diintervensi melalui pembangunan septic tank, sedangkan rumah yang minim pencahayaan dan sirkulasi udaranya buruk bisa ditangani lewat program bedah rumah.
Dari sisi kesehatan dan gizi, intervensi dijalankan oleh Dinas Kesehatan bersama Pos Gizi sebagai pendamping keluarga.
"Kalau di situ ternyata orang tuanya mengalami anemia, misalkan kekurangan sel darah merah dan kekurangan energi kronis, berarti penanganannya dari Dinas Kesehatan, Pos Gizi sebagai garda terdepan," jelasnya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
