Peredaran Narkoba Senilai Rp 183 Miliar Berhasil Diungkap Polres Tangsel

TANGSEL,iNewsTangsel.id-Polres Tangerang Selatan menunjukkan komitmen dalam pemberantasan narkoba dengan menangkap 10 pengedar narkotika di wilayah Tangerang Selatan.
Dalam pengungkapan jaringan narkoba ini, Polisi menyita barang bukti tembakau sintetis seberat 612 Kilogram (Kg), sabu hingga ribuan obat terlarang senilai lebih dari Rp 183 miliar disita polisi.
Kapolres Tangsel AKBP Victor Inkiriwang mengatakan kasus tersebut diungkap berdasarkan beberapa laporan polisi. Pertama, kasus diungkap pada Rabu (1/1).
Dalam pengungkapan kasus dari jaringan ini, polisi berhasil menangkap dua orang tersangka berinisial DY dan AS. Tersangka memproduksi tembakau sintetis di sebuah ruko yang dikamuflase menjadi toko HP. Polisi menyita total 612,5 Kg tembakau sintetis.
“Ruko yang dijadikan tempat produksi pembuatan narkotika disamarkan seolah-olah merupakan counter handphone. Jika diakumulasikan barang bukti Narkotika jenis MDMB-4en-PINACA (tembakau sintetis) dengan berat brutto 612 Kg, seharga Rp 300 ribu per gram sehingga total dalam rupiah senilai sekitar Rp 183 miliar," jelas Victor dalam keterangannya, Rabu (26/2/2025).
Selain itu, kasus lain berhasil diungkap di sebuah rumah kontrakan di Pondok Aren, Tangerang Selatan pada Senin (6/1). Polisi menyita barang bukti sabu dari empat orang tersangka yakni MM, RM, FH dan F.
"Kontrakan tersebut dijadikan tempat penyalahgunaan narkotika disamarkan sebagai tempat tinggal. Jika diakumulasikan barang bukti narkotika jenis sabu dengan berat brutto 3.84 gram, seharga Rp 7,6 juta, narkotika jenis ekstasi 4,1 gram seharga Rp 6,3 juta," jelasnya.
Tak hanya itu, Polisi juga mengungkap kasus serupa di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan pada Kamis (9/1). Polisi menyita barang bukti berupa 161,6 gram sabu seharga Rp 323 juta dari dua orang tersangka yakni GSS dan DS.
Terakhir, polisi juga berhasil membongkar peredaran obat terlarang yang dijual di toko kelontong hingga toko aksesoris handphone pada Kamis (6/2).
Dari operasi itu, Polisi berhasil meringkus total dua orang tersangka DH dan EF dengan barang bukti 1.971 obat terlarang. "Toko kelontong, toko handphone dan aksesoris handphone yang disamarkan menjadi toko obat-obatan tanpa izin yang tidak dilengkapi dengan resep dan dijual secara bebas serta melawan hukum," ungkapnya.
Dalam kesempatan sama, Kasatnarkoba Polres Tangsel, AKP Pardiman, menjelaskan, bahwa para Pelaku di ketahui menjual barang haram ini melalui Media Sosial (Medsos) dengan sasaran utama Pelajar dan kalangan Dewasa di wilayah Tangerang Raya.
“Modus penjualan dilakukan secara online dengan target Remaja, khususnya Pelajar yang ditawarkan barang haram tersebut”, ungkap Kasatnarkoba.
Dari pengungkapan ini, Polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti penting, diantaranya 10 (Sepuluh) Drum Plastik berwarna biru berisi Tembakau Sintetis dengan berat total 612.600 (Enam Ratus Dua Belas Ribu Enam Ratus) Gr, serta sejumlah Jerigen berisi cairan bahan pembuat Tembakau Sintetis seperti Vegetable Glycerin, Methanol, dan Etanol.
Akibat perbuatannya ini, keempat Pelaku di jerat dengan Pasal 113 Ayat (2) subsider Pasal 114 Ayat (2) subsider Pasal 112 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun, tutup Kasatnarkoba.
Editor : Hasiholan Siahaan