Pengurangan Emisi Metana Sektor Migas Jadi Langkah Strategis Pengendalian Perubahan Iklim
Dalam kesempatan tersebut, Chief Operating Officer sekaligus Peneliti di ECADIN, Candra Sutama, menjelaskan bahwa metana merupakan gas rumah kaca dengan dampak pemanasan yang jauh lebih kuat dibandingkan karbon dioksida dalam jangka pendek.
Efek pemanasan metana diperkirakan sekitar 80 kali lebih kuat dalam periode 20 tahun, dan gas ini telah berkontribusi terhadap hampir sepertiga dari total pemanasan global yang terjadi sejak revolusi industri.
Menurut Candra, meskipun sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar emisi metana di Indonesia, sektor minyak dan gas bumi menjadi prioritas utama karena dinilai lebih mudah dikendalikan dan dipantau. Sektor minyak dan gas bumi memiliki jumlah operator yang relatif terbatas serta didukung oleh kesiapan teknologi dan metode pengukuran yang jauh lebih maju. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, pengurangan emisi metana juga menguntungkan secara ekonomi karena gas yang selama ini bocor dapat ditangkap untuk kemudian dimanfaatkan dan dijual kembali.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar