Percepatan EV di Indonesia Terganjal Minimnya Literasi Masyarakat
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Industri otomotif kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan perkembangan yang semakin signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran berbagai model baru dari produsen global maupun lokal menandai meningkatnya minat pasar terhadap kendaraan berbasis energi bersih tersebut.
Namun, di tengah pertumbuhan industri, tingkat literasi masyarakat terkait kendaraan listrik masih menjadi pekerjaan rumah besar. Pemahaman mengenai efisiensi, biaya operasional, hingga perawatan kendaraan listrik dinilai belum merata, terutama di luar kota-kota besar.
Upaya edukasi publik pun mulai diperluas melalui berbagai pendekatan, termasuk pengalaman langsung seperti uji coba kendaraan. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi keraguan konsumen sekaligus memperkenalkan teknologi kendaraan listrik secara lebih praktis dan mudah dipahami.
Plt. Direktur Utama PT Mandiri Utama Finance (MUF), Dapot Parasian Sukoco Sinaga, mengatakan bahwa percepatan transisi kendaraan listrik tidak dapat dilepaskan dari peran edukasi dan akses pembiayaan yang inklusif. Menurutnya, masyarakat membutuhkan pemahaman yang utuh sebelum memutuskan beralih ke kendaraan listrik.
“Transisi ke kendaraan listrik membutuhkan kesiapan dari sisi pemahaman masyarakat, bukan hanya ketersediaan produk. Edukasi dan akses pembiayaan menjadi dua faktor yang saling melengkapi dalam mendorong adopsi,” ujar Dapot, Senin (29/6/2026).
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mempercepat peralihan menuju kendaraan ramah lingkungan. “Kami melihat bahwa sinergi antara industri pembiayaan, perbankan, dan pelaku otomotif akan mempercepat terbentuknya ekosistem yang lebih kuat dan berkelanjutan,” katanya.
Dengan kombinasi antara pertumbuhan industri, peningkatan literasi, dan dukungan ekosistem, transisi menuju kendaraan listrik di Indonesia diharapkan dapat berlangsung lebih merata dalam beberapa tahun ke depan.
Dalam program ini, MUF menawarkan berbagai insentif, mulai dari bunga ringan mulai 1,99 persen melalui platform Livin’ Auto, hingga potongan biaya administrasi dan perlindungan asuransi. Kolaborasi dengan dealer juga menghadirkan promo tambahan seperti diskon harga, subsidi angsuran, dan prioritas ketersediaan unit.
Editor : Hasiholan Siahaan