Bedah Robotik Jadi Solusi Keterbatasan Layanan Kesehatan di Wilayah 3T
Selain itu CEO Siloam International Hospitals, Caroline Riady, mengatakan bahwa transformasi layanan kesehatan memerlukan pendekatan menyeluruh. “Kami tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga membangun ekosistem yang memastikan teknologi tersebut memberikan manfaat nyata bagi pasien, mulai dari pengembangan kompetensi dokter hingga budaya pembelajaran berkelanjutan,” katanya.
Sebagai bagian dari penguatan layanan, Siloam Hospitals Kebon Jeruk dikembangkan menjadi Center of Robotic & Minimally Invasive Surgery. Fasilitas ini menjadi pusat unggulan untuk layanan, pendidikan, dan penelitian bedah robotik lintas disiplin, yang telah melakukan lebih dari 100 prosedur sejak 2025 dengan dukungan dokter tersertifikasi.
Hasil evaluasi internal menunjukkan bahwa penggunaan bedah robotik memberikan dampak positif terhadap pemulihan pasien. Rata-rata lama rawat inap lebih singkat dibandingkan metode konvensional, dengan tingkat keamanan yang tetap terjaga. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi robotik tidak hanya meningkatkan presisi tindakan, tetapi juga kualitas hidup pasien pascaoperasi.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, pengembangan layanan kesehatan berbasis teknologi diharapkan dapat memperkuat sistem kesehatan nasional yang berstandar global. Kolaborasi antara pemerintah, penyedia layanan kesehatan, dan tenaga medis menjadi kunci dalam memastikan inovasi ini dapat diakses lebih luas oleh masyarakat Indonesia.
Ke depan, pemanfaatan teknologi seperti bedah robotik diharapkan tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi juga dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan, sehingga tercipta pemerataan layanan kesehatan yang berkualitas di seluruh Indonesia.
Editor : Hasiholan Siahaan