Dokter Ungkap Pentingnya Kesehatan Pencernaan Anak Sejak Lahir
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Kesehatan saluran cerna anak menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan sejak awal kehidupan. Selain berperan dalam pencernaan dan penyerapan nutrisi, kondisi saluran cerna berkaitan dengan perkembangan sistem imun hingga fungsi kognitif anak.
Perhatian tersebut semakin relevan seiring meningkatnya angka persalinan caesar di Indonesia. Data yang disampaikan dalam diskusi kesehatan menunjukkan persalinan caesar mencapai 25,9 persen atau sekitar satu dari empat kelahiran pada 2023.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal, dr. Febriansyah Darus, Sp.OG, Subsp.KFm, mengatakan metode persalinan merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi paparan lingkungan awal dan proses pembentukan mikrobiota usus bayi.
“Perkembangan mikrobiota usus sudah menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan sejak masa kehamilan hingga setelah bayi lahir,” kata Febriansyah, Kamis (10/9/2026).
Menurut dia, sejumlah faktor seperti nutrisi ibu selama kehamilan, metode persalinan, pemberian ASI, serta pemenuhan nutrisi setelah kelahiran saling berkaitan dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, Dr. dr. Andy Darma, Sp.A, Subsp.GH(K), menjelaskan tiga tahun pertama kehidupan merupakan periode penting dalam pembentukan mikrobiota usus, pematangan saluran cerna, dan perkembangan sistem imun.
“Berbagai faktor pada awal kehidupan, termasuk metode persalinan, dapat memengaruhi komposisi mikrobiota usus,” ujar Andy.
Ia menjelaskan, bayi yang lahir melalui persalinan normal memperoleh paparan mikroorganisme dari ibu yang berkontribusi terhadap pembentukan mikrobiota usus. Sementara itu, bayi yang lahir melalui operasi caesar memiliki pola kolonisasi mikrobiota yang berbeda.
Perbedaan tersebut, kata Andy, dapat memengaruhi keseimbangan mikrobiota usus pada periode awal kehidupan. Karena itu, menjaga keseimbangan dan keragaman mikrobiota menjadi bagian dari upaya mendukung kesehatan saluran cerna dan sistem imun anak.
Kesehatan saluran cerna juga berkaitan dengan penyerapan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Di dalam saluran cerna terdapat ekosistem mikrobiota yang berinteraksi dengan sistem imun tubuh.
Selain sistem imun, hubungan antara usus dan otak atau gut-brain axis turut menjadi perhatian dalam perkembangan anak. Komunikasi dua arah antara saluran cerna dan otak dapat berkaitan dengan regulasi emosi, perilaku, serta fungsi kognitif.
Psikolog dan Senior Clinical Psychologist, Dra. A. Ratih Andjayani Ibrahim, M.M., mengatakan perkembangan kognitif dan emosional anak dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kecukupan nutrisi hingga stimulasi dan lingkungan.
“Kesehatan tidak dapat dilihat hanya dari satu aspek,” kata Ratih.
Menurut dia, gangguan kesehatan yang berulang dapat memengaruhi kenyamanan, suasana hati, serta kesiapan anak menjalani aktivitas dan menerima stimulasi yang dibutuhkan dalam proses tumbuh kembang.
Para ahli menilai perhatian terhadap kesehatan saluran cerna perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya ketika anak mengalami gangguan pencernaan. Pemenuhan nutrisi yang sesuai, pemberian ASI, serta pemantauan tumbuh kembang menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan anak sejak dini.
Di sisi lain, pengembangan pengetahuan mengenai mikrobiota usus dan kesehatan pencernaan terus dilakukan melalui kolaborasi lintas disiplin. Salah satunya melalui Gut and Immunity Council (GIC), sebuah forum yang mempertemukan berbagai bidang keilmuan untuk membahas kesehatan saluran cerna, mikrobiota, imunitas, dan biotik berdasarkan bukti ilmiah.
GIC memiliki fokus pada penguatan edukasi, pengembangan bukti ilmiah, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta komunikasi informasi kesehatan kepada masyarakat.
Andy mengatakan penguatan penelitian dan edukasi diperlukan agar informasi mengenai mikrobiota usus dan kesehatan saluran cerna dapat dipahami masyarakat secara tepat.
“GIC hadir sebagai platform ilmiah multidisiplin yang mendorong pertukaran pengetahuan, diskusi berbasis bukti, dan kolaborasi lintas bidang,” ujarnya.
Dengan semakin besarnya perhatian terhadap kesehatan anak pada periode awal kehidupan, kesehatan saluran cerna menjadi salah satu fondasi yang perlu diperhatikan bersama dengan kecukupan nutrisi, stimulasi, serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang.
Editor: Hasiholan Siahaan