BANTEN, iNewsTangsel.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mulai berjalan di berbagai daerah. Di Kota Serang, Banten, program tersebut disebut ikut mendorong aktivitas ekonomi lokal dengan nilai perputaran uang yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah setiap bulan.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang digelar Badan Gizi Nasional di kawasan Masjid Agung Ats-Tsauroh, Jumat (13/3/2026). Pembangunan dapur ini menjadi bagian dari upaya memperluas infrastruktur program MBG agar distribusi makanan bergizi kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan terstandarisasi.
Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia mengatakan pemerintah daerah mendukung pelaksanaan program tersebut. Menurut dia, keberadaan dapur MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong kegiatan ekonomi di daerah.
“Saat ini ada sekitar 80 sampai 90 dapur MBG yang beroperasi di Kota Serang. Dari perhitungan kami bersama pelaku usaha dan sektor ekonomi, perputaran uangnya bisa mencapai sekitar Rp100 miliar per bulan,” kata Nur Agis.
Jika dihitung dalam setahun, nilai perputaran ekonomi tersebut diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp1,2 triliun. Angka itu dinilai cukup besar jika dibandingkan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Serang yang berada di kisaran Rp1,6 triliun.
Menurutnya, dampak program ini juga dirasakan oleh pelaku usaha kecil dan menengah di daerah. Sejumlah UMKM hingga peternak disebut mengalami peningkatan permintaan bahan pangan sejak dapur MBG mulai beroperasi.
Beberapa pelaku usaha bahkan mengaku harus meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG. “Ada UMKM yang biasanya memproduksi roti sekitar 100 per hari, sekarang diminta hingga 2.000,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua BGN Bidang Komunikasi Publik Sony Sonjaya menjelaskan dapur yang dibangun di kawasan Masjid Agung Ats-Tsauroh akan menjadi pusat produksi makanan bergizi yang dikelola melalui sistem SPPG untuk wilayah Serang dan sekitarnya.
Dengan sistem tersebut, distribusi makanan diharapkan lebih terkoordinasi serta memenuhi standar gizi dan kebersihan. Penerima manfaat program antara lain siswa madrasah di sekitar masjid, anak yatim usia sekolah, hingga balita yang belum mendapatkan akses program MBG.
“Fasilitas ini diharapkan dapat membantu pemenuhan gizi masyarakat sekaligus menjadi contoh pengelolaan dapur MBG di daerah lain,” kata Sony.
Selain pembangunan dapur, BGN juga menggelar kegiatan “Sinergi Ekonomi Rakyat” pada 10–12 Maret 2026 di Kota Serang. Kegiatan ini mempertemukan pengelola dapur SPPG dengan kelompok tani setempat guna memastikan pasokan bahan baku pangan berasal dari sumber yang aman dan memenuhi standar keamanan pangan.
Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan rapat koordinasi yang dihadiri sekitar 600 peserta. Peserta terdiri dari pengelola dapur SPPG, pengawas gizi, pengawas keuangan, juru masak, hingga perwakilan yayasan mitra dari berbagai wilayah di Provinsi Banten.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
