Makanan Sehat Jadi Perhatian, 80 Persen Konsumen Indonesia Rela Bayar Lebih

Thomas Manggala
Hasil studi menunjukkan bahwa pertimbangan terkait kesehatan relevan bagi konsumen Indonesia. Foto Thomas

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Perubahan pola konsumsi masyarakat Indonesia membuat informasi mengenai bahan makanan semakin berpengaruh dalam keputusan membeli produk pangan dan minuman. Konsumen tidak lagi hanya mempertimbangkan rasa dan harga, tetapi juga mulai mencermati kandungan serta proses produksi makanan.

Temuan tersebut tercermin dalam studi Cargill APAC IngredienTracker yang menunjukkan lebih dari 80 persen konsumen Indonesia memeriksa daftar bahan makanan ketika pertama kali membeli produk makanan dan minuman.

Perhatian terhadap kandungan pangan juga terlihat dari pola konsumsi. Sebanyak 54 persen responden mengaku mengikuti pola makan rendah gula. Lebih dari 80 persen responden bahkan menyatakan bersedia membayar lebih untuk produk yang menggunakan bahan makanan yang dinilai lebih sehat.

“Hasil studi menunjukkan bahwa pertimbangan terkait kesehatan relevan bagi konsumen Indonesia. Sebanyak 54% konsumen menyatakan mengikuti pola makan rendah gula, sementara lebih dari 80% bersedia membayar lebih untuk produk dengan bahan makanan yang lebih sehat,” ujar Stephanie Sajuti, Senior Director, Go to Market Food Manufacturing Southeast Asia, Cargill Food SEA & ANZ, di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Menurut Stephanie, konsumen juga cenderung menghindari bahan makanan artifisial, bahan yang tidak dikenal, serta bahan yang dimodifikasi secara genetik.

Kesadaran konsumen tidak berhenti pada aspek kesehatan. Studi tersebut mencatat lebih dari 90 persen responden memilih produk yang diproduksi secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan.

Perubahan perilaku itu turut merambah media sosial. Hampir 80 persen responden mengaku pernah memberikan komentar atau saran mengenai aspek kesehatan makanan dan minuman melalui media sosial. Lebih dari 80 persen lainnya menyatakan kerap dimintai pendapat oleh orang lain mengenai isu serupa.

Cargill APAC IngredienTracker merupakan studi konsumen di empat negara kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Kajian tersebut mencakup empat platform bahan makanan, yakni kakao dan cokelat, pemanis, pengatur tekstur, serta lemak dan minyak.

Studi itu mengukur pengenalan konsumen terhadap bahan makanan, persepsi mengenai kesehatan, pengaruh bahan terhadap keputusan pembelian, hingga kaitannya dengan sejumlah kategori makanan dan minuman.

Temuan tersebut menjadi salah satu isu yang dibawa Cargill dalam partisipasinya pada Food Ingredients Asia (Fi Asia) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Forum industri tersebut mengangkat tema “Elevating Food Standards for a Healthier, Greener Future”.

Editor : Hasiholan Siahaan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network