Rawan Dipolitisasi, PB SEMMI Tolak Asas Dominus Litis untuk Kejaksaan

Sandri menegaskan bahwa kewenangan kejaksaan melalui asas dominus litis tidak diperlukan, karena sistem yang ada saat ini sudah berjalan dengan baik.
"Kalau ada kekurangan di kepolisian, solusinya bukan memindahkan kewenangan ke kejaksaan, melainkan memperkuat fungsi kontrol dari masyarakat. Jika penyelidikan atau penyidikan dianggap lemah, kita bisa perkuat Kompolnas sebagai pengawas, bukan malah menggeser peran polisi," paparnya.
Ia juga menuding ada pihak yang ingin melemahkan institusi kepolisian agar hanya berperan sebagai alat keamanan di tengah masyarakat, bukan sebagai penegak hukum.
"Jangan membuat suasana semakin keruh dan melemahkan institusi negara. Bagaimana bisa ada keamanan tanpa penegakan hukum? Itu tidak masuk akal," tegasnya.
Lebih lanjut, Sandri menilai bahwa pemberian kewenangan penuh kepada kejaksaan justru bisa menjadi beban berat bagi institusi tersebut, terutama dalam menangani kasus kriminal serius.
"Kalau muncul kasus kriminal berat, bagaimana kejaksaan akan menanganinya? Polisi memang bertugas untuk penegakan hukum dan keamanan. Itu sudah sesuai dengan fungsinya," pungkas Sandri.
Editor : Hasiholan Siahaan