Sejarah Borobudur Kini Bisa Dijelajahi Lewat Teknologi AI
Program Director Galeri Indonesia Kaya Renitasari Adrian mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi salah satu pendekatan untuk membuat sejarah dan budaya Indonesia lebih mudah diterima masyarakat, khususnya generasi muda.
“Sebagai ruang publik edutainment yang memadukan edukasi, teknologi digital, dan inovasi, Galeri Indonesia Kaya berkomitmen memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia dengan cara menyenangkan,” kata Renitasari, Kamis (3/9/2026).
Purwacarita Borobudur dikembangkan Galeri Indonesia Kaya bersama Bening Digital Indonesia dan Curaweda. Materi sejarahnya antara lain merujuk pada Prasasti Karangtengah dan Prasasti Tri Tepusan. Proses kurasi juga melibatkan Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada serta Museum dan Cagar Budaya.
Pengunjung dapat menikmati delapan fitur interaktif, termasuk Sapa Borobudur, Karmawibhangga dan Avadana, serta Batu Carita yang menampilkan tokoh Samaratungga, Pramodhawardhani, Sudhana, dan Manohara.
Teknologi sensor gerak membuat sejumlah elemen visual seperti burung merak, rusa Jawa, dan gajah dapat merespons pergerakan pengunjung. Ada pula permainan interaktif yang mengajak pengunjung mengikuti rute sakral perjalanan peziarah dari Candi Mendut dan Candi Pawon menuju Stupa Induk Borobudur.
Editor : Hasiholan Siahaan