Sejarah Borobudur Kini Bisa Dijelajahi Lewat Teknologi AI
Kurator Departemen Sejarah FIB UGM Sri Margana mengingatkan bahwa penggunaan teknologi dalam penyampaian sejarah tetap harus tunduk pada kaidah dan fakta sejarah. Menurutnya, inovasi digital akan memberikan manfaat ketika digunakan untuk memperkuat pemahaman publik, bukan mengubah sejarah demi kebutuhan teknologi.
“Teknologi digital memiliki potensi besar untuk mendekatkan sejarah pada publik, selama teknologi mengikuti disiplin sejarah, bukan sejarah yang mengikuti tuntutan teknologi,” katanya.
Purwacarita Borobudur dibuka gratis untuk masyarakat di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, mulai 1 September hingga Desember 2026. Kehadiran karya ini memperlihatkan bagaimana teknologi dapat menjadi medium baru untuk memperkenalkan sejarah Borobudur secara lebih visual, partisipatif, dan relevan bagi generasi masa kini.
Editor : Hasiholan Siahaan