“Kemerdekaan harus kita isi dengan integritas. Bagi keluarga besar BPOM, bentuk pengabdian itu adalah memastikan obat dan makanan yang beredar aman, berkhasiat atau bermanfaat, bermutu, serta memberikan perlindungan terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Taruna.
Dalam momentum HUT ke-81 RI tersebut, Taruna juga menyebut pencapaian BPOM sebagai WHO Listed Authority (WLA) sebagai salah satu persembahan institusi bagi Indonesia. Pengakuan internasional tersebut menjadi simbol bahwa kapasitas regulatori Indonesia semakin mendapatkan kepercayaan di tingkat global.
“Status WHO Listed Authority merupakan kado HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dari BPOM. Ini bukan hanya prestasi BPOM, tetapi prestasi Indonesia. Merah Putih semakin dipercaya dan diperhitungkan dalam sistem regulatori kesehatan dunia,” kata Taruna.
Taruna menegaskan, capaian WLA tidak boleh membuat jajaran BPOM berpuas diri. Pengakuan dunia justru membawa tanggung jawab yang semakin besar untuk mempertahankan standar, meningkatkan kualitas pengawasan, memperkuat inovasi regulasi, dan memastikan masyarakat menjadi penerima manfaat utama dari setiap kemajuan BPOM.
Suasana peringatan kemerdekaan di lingkungan BPOM juga berlangsung meriah dan penuh kekeluargaan. Rangkaian HUT ke-81 RI diisi dengan berbagai perlombaan dan kegiatan rekreatif,
Puncak peringatan terasa semakin istimewa karena hampir seluruh peserta upacara mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
