Senada, Vice President GudangKripto, Alexander Pattiasina, menekankan pentingnya fundamental dalam pengembangan aset digital. “Investor tidak hanya melihat potensi keuntungan, tetapi juga fondasi bisnis. JAM Coin menarik karena dibangun di atas ekosistem usaha yang jelas dan terukur,” ujarnya.
Sementara itu, penggagas JAM Coin, Johan Aripin Muba, menyoroti fokus pengembangan ke sektor ekonomi desa melalui program JAM Center Indonesia.
Program ini menghubungkan teknologi blockchain dengan koperasi desa, khususnya di sektor peternakan dan ketahanan pangan. “Kami ingin JAM Coin tumbuh bersama aktivitas ekonomi masyarakat. Semakin produktif ekosistemnya, semakin besar nilai yang tercipta,” kata Johan.
Ia menambahkan, program tersebut mencakup penyediaan sarana peternakan, penguatan distribusi hasil produksi, hingga peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat desa.
Dengan pendekatan ini, JAM Coin mencoba mengubah arah pemanfaatan aset digital di Indonesia—dari sekadar instrumen investasi menjadi alat penggerak ekonomi produktif yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
